PORT KOMUNIKASI
TUGAS PORT KOMUNIKASI
Pengantarmukaan Periferal Komputer
Port komunikasi merupakan pintu atau gerbang yang digunakan untuk proses keluar atau masuknya data antara pemroses dengan perangkat i/o. Port komunikasi digunakan untuk menghubungkan antara komputer (pemroses) dengan perangkat diluar komputer.
Port komunikasi ada 2 jenis, yaitu:
1. Port Serial
Port data komputer yang digunakan untuk mentransmisi 1 bit data dalam satu detak/clock. Data dikirim satu persatu secara berurutan sehingga lebih lambat dari pada komunikasi paralel.
Serial port lebih sulit ditangani karena peralatan yang dihubungkan ke serial port harus berkomunikasi dengan menggunakan transmisi serial, sedangkan data di komputer diolah secara paralel. Oleh karena itu diperlukan UART (Universal Asyncronous Receiver Transmitter) agar dapat mngubah dari serial ke paralel atau sebaliknya.
Port serial digunakan untuk mnghubungkan:
- Mouse
- Printer/Plotter
- Modem eksternal
Pada komunikasi serial terdapat 2 jenis teknik, yaitu:
1) Synchronous
Merupakan bentuk komunikasi data serial yang memerlukan sinyal clock untuk sinkronisasi dimana sinyal clock tersebut akan tersulut pada setiap bit pengiriman data.
Keuntungan komunikasi secara synchronous:
- Efisien dalam ukuran blok data, sedangkan transmisi asynchronous memerlukan 20% atau lebih tambahan ukuran.
- Kontrol informasi kurang dari 100 bit.
2) Asynchronous
Komunikasi asinkron tidak memerlukan sinyal clock sebagai sinkronisasi. Pengiriman data pada komunikasi serial dilakukan mulai dari start bit yaitu bit yang paling rendah (LSB) hingga stop bit yaitu bit yang paling tinggi (MSB).
Keuntungan komunikasi secara asynchronous:
- sederhana dan murah tetapi memerlukan tambahan 2 sampai 3 bit per karakter untuk sinkronisasi.
- Persentasi tambahan dapat dikurang dengan mengirim blok-blok bit yang besar antara start dan stop bit, tetapi akan memperbesar kumulatif timing error.
Perbedaan antara synchronous dengan asynchronous yang terutama tergantung dari ada tidaknya jeda antara pertukaran pesan dan fleksibilitas waktu antar pengguna komunikasi tersebut.
Adapun keuntungan dari komunikasi serial, diantarnya:
- Kabel untuk komunikasi serial bisa lebih panjang dibandingkan dengan paralel.
- Jumlah kabel serial lebih sedikit.
- Untuk teknologi embedded system, banyak mikrokontroler yang dilengkapi dengan komunikasi serial.
Sedangkan kekurangan dari komunikasi serial, diantaranya:
- Kecepatan pengiriman data lebih lambat dibandingkan dengan data secara paralel.
- Pada transfer data secara serial sangat dibutuhkan adanya sinkronisasi antara si pengirim dan penerima agar data yang ditransfer sesuai antar pengirim dan penerima.
- Dari segi perangkat keras: adanya proses konversi data paralel menjadi serial atau sebaliknya menggunakan piranti tambahan yang disebut UART.
- Dari segi perangkat lunak: perlu adanya register khusus yang diperlukan untuk menampung data serial sebelum ditransmisikan
- Jumlah perangkat yang bisa terhubung ke port serial sedikit.
Piranti-piranti yang menggunakan komunikasi serial meliputi:
- DTE = Data Terminal Equipment, yaitu komputer itu sendiri
- DCE = Data Communication Equipment, misalnya modem, plotter, printer, mouse.
Contoh penerapan komunikasi serial:
2. Port Paralel
Port data komputer yang digunakan untuk mentransmisi 8 bit data dalam satu detak/clock.
Port paralel digunakan untuk menghubungkan:
- Printer
- Modem eksternal
Kentungan dari komunikasi paralel, diantarnya:
- Kecepatan pengiriman data lebih cepat dibanding port serial.
- Tidak perlu perangkat dan pemrograman tambahan untuk proses konversi data dikarenakan data dan bagian pemroses sudah sama-sama paralel.
Adapun kekurangan dari komunikasi paralel, diantaranya:
- Jarak transfer port paralel pendek dibanding port serial, tegangan maksimum pada komunikasi paralel hanya 5 volt.
- Perlu perangkat penguat/repeater untuk mentransfer dengan jarak yang jauh.
Port paralel ini terhubung dengan dunia luar melalui konektor DB25 yang terbagi atas 3 kelompok register, yaitu:
1) Register Data
2) Register Control, dan
3) Register Status
Masing-masing register tersebut digunakan untuk mentransfer data, melakukan pengontrolan periferal serta memeriksa atau mendapatkan status periferal eksternal.
Konektor DB-25 adalah yang paling banyak ditemukan pada port paralel komputer. Sedangkan konektor Centronics banyak dijumpai pada pencetak.
Standar IEEE 1284 menetapkan 3 macam jenis konektor yang berbeda, yaitu:
1) 1284 Tipe A adalah konektor DB-25 yang banyak dijumpai pada komputer saat ini.
2) 1284 Tipe B adalah konektor Centronics 34 pin yang banyak dijumpai pada pencetak.
3) 1284 Tipe C adalah konektor 36 pin yang mirip dengan Centronics, namun lebih kecil.
Komentar
Posting Komentar